Kegembiraan Saat Eksplorasi

Hai, namaku Hanindri Aretha, biasa dipanggil Indri. Ini cerita perjalananku saat Eksplorasi minggu lalu. Baca sampai akhir ya! Eksplorasi adalah kegiatan dari komunitas homescooling-ku yang bernama Oase. Aku pergi bersama para mentor, teman-teman komunitas yang mengikuti kegiatan Eksplorasi, dan teman kelompokku. Azalea namanya. Kelompok Azalea terdiri atas empat anak perempuan yang seumuran (umur 11 tahun setengah). Ada Andini sebagai ketua kelompok, Kayyisha, Titan, dan yang terakhir aku. Kami pergi ke Kampung Zuhud untuk melatih kemandirian, mencari pengalaman baru, berkenalan dengan orang baru, mengenal apa itu desa, seperti apa desa itu, dan bagaimana keseharian warga desa. Itu saja yang mau aku sampaikan kepada kalian semua. Selamat membaca!

Keberangkatan

Pada 10 November 2019,  pukul 18.00, aku meninggalkan rumah diantar Ayah untuk pergi ke Stasiun Senen. Sesampainya di stasiun, aku berkumpul dengan teman –teman grup Azalea. Sekitar pukul 21.00, kami berangkat dengan menaiki kereta. Waktu yang ditempuh selama perjalanan untuk sampai di Dusun Sukajadi  kurang lebih 11 jam.

Hari Pertama

            Begitu sampai di Tasikmalaya, kami naik mobil bak. Senang rasanya karena ini adalah pengalamanku yang kedua kali naik mobil bak. Yang pertama kali dulu saat ke Gua Cikarae, yang jaraknya lebih dekat dibandingkan sekarang.

Naik Mobil Bak

            Sebelum sampai di Dusun Sukajadi, kami mampir dulu ke alun-alun. Di alun-alun, kami bermain benteng, sedangkan laki-laki bermain bola. Sesampainya di Dusun Sukajadi atau Kampung Zuhud, kami makan nasi kuning yang rasanya enak sekali karena waktu itu aku lapar … Kikikik. Kemudian, kami menyimak penjelasan kak Andit tentang Kampung Zuhud bahwa kampung ini berada di Kecamatan Cidolog dan Kabupaten Ciamis . Setelah memberi penjelasan, kak Andit memperbolehkan kami untuk istirahat.

            Selama jam istirahat, aku bermain panahan, membaca buku, dan menjelajahi daerah dekat dengan saung kampung Zuhud. Ketika waktu istirahat habis, kami semua berkumpul lagi di saung untuk bertemu Pak Kades, Abah Apep, Ambu, Aa Zahdan, Yazdad, Zainah, dan Yaqzan. Aa Zahdan orangnya pemalu, Yazdad orangnya  ramah, sopan, dan suka menolong,  Zainah orangnya cantik dan pemalu, Yaqzan orangnya lucu dan  lincah. Setelah berkenalan, kami salat Dzuhur, makan siang, lalu berkeliling tempat untuk membuat peta kampung Zuhud. Sambil ditemani oleh pak Ondin dan Yazdad, kami menyapa semua warga kampung yang kami lewati dan menyalami tangannya. Kami juga melewati kuburan. Kata Pak Ondin, “Kuburan ini adalah kuburan warga kampung Zuhud. “

Eksplorasi.JPG
Bersama Pak Kades dan Abah Apep

            Kegiatan berikutnya, kami pergi ke kolam ikan untuk melepas ikan. Untuk laki – laki, mereka melepas ikan mujair, kalau perempun melepas ikan mas. Ada cerita lucu nih. Maaf ya buat pembaca yang bernama Giga … Jadi gini, waktu Giga (kakak laki –laki temanku yang bernama Titan) ingin melepas ikan, Bapak yang menemani kami mengira bahwa dia perempuan, jadi dia bilang “ nggak ada lagi nih yang laki –laki? Ok kalau begitu ikannya langsung saya lemparin semua ya …” Belum sempat memberi komentar, Bapaknya sudah terlanjur melepas semua ikan itu kedalam kolam. “Pak dia laki – laki, bukan perempuan…” Kata kakak mentor.  Bwuhahahaha … seketika semua orang tertawa karena kejadian itu.

            Selesai melepas ikan dan membuat pagar, kami pergi ke sungai untuk berenang. Air sungai itu berwarna hijau kecoklatan dan di sungai itu ada dam yang lumayan tinggi. Semua laki–laki melompat dari atas dam. Kalau perempuan, hanya beberapa saja yang melompat, banyak yang tidak melompat, termasuk aku. Sejujurnya saja, aku tidak suka dengan yang namanya melompat dari ketinggian. Karena rasanya nyawaku ketinggalan di atas! Wkwkwk… Setelah asyik berenang di sungai dan mandi, kami bersiap – siap untuk pegi ke rumah orang tua asuh grup kami. Sesampainya di sana, kami berkenalan dengan orang tua asuh kami yang bernama Bu Eti. Bu Eti juga menyediakan makanan ringan seperti manisan papaya, sale pisang, makaroni, dan masih banyak lagi. Selesai berkenalan dan mengemil, kami diperbolehkan untuk tidur.

Hari Kedua

            Keesokan harinya, kami memanjat pohon di belakang rumah Bu Eti. Saat sedang asik memanjat, tiba –tiba kami diajak oleh Bu Eti untuk menyembelih ayam. Deg! Betapa kagetnya aku. Karena ini akan menjadi pengalaman pertamaku menyembelih ayam dan mencabuti bulunya. Ngeri bercampur geli aku saat memegangi sayap ayam yang sedang dipotong itu. Usai penyembelihan, kami menyiapkan bumbu untuk membuat ayam goreng rica–rica. Setelah selesai membuat bumbu dan mencampur daging ayam dengan bumbunya, kami membuat rujak bersama grup Libra (tetangga depan kami) dan Yazdad. Kemudian, kami makan ayam goreng rica – rica buatan kami dibantu Bu Eti. Rasanya enak sekali walaupun ayamnya sedikit keras.

Mencabuti Bulu Ayam

            Di siang hari kami mencuci baju di sumur samping kolam ikan. Sumur itu ada penutupnya. Penutup itu aku gunakan untuk menaruh bajuku yang sudah kucuci. Aku sedikit ragu untuk menaruh baju di sana karena aku berpikir bajunya bisa jatuh. Selesai mencuci baju, kami menangkap belalang yag rencananya akan kami goreng. Banyak sekali belalang di sana dan menangkapnya juga mudah lho.         

            Setelah mengumpulkan banyak belalang dan menjemur pakaian, aku dan Titan joging selama 20 menit.  Kami joging karena disuruh oleh pelatih panjat tebing kami untuk tetap melakukan kegiatan fisik. Kalau tidak, kami akan kaget saat mulai latihan lagi.

            Saat sedang joging, tiba-tiba ada suara kresek… Kresek… “Bunyi apa tuh Ndri?” tanya Titan padaku “Emm entahlah, eh tapi itu apa? Kenapa daunnya gerak – gerak ya Tan?” kataku. Wuss … Titan langsung lari secepat kilat ketika aku berkata, “Kenapa daunnya bergerak?” Reflek, aku jadi takut deh. Sambil sprint bersama Titan untuk menjauhi tempat itu, dalam hati aku bertanya “Mungkinkah itu ular?”

            Selesai joging, aku dan Titan mandi di kamar mandi yang terbuat dari bambu. Sedikit was-was saat mandi di situ karena takut ada yang mengintip kami sat mandi. Aku lebih dulu selesai mandi. Jadi, saat aku sudah memakai baju, aku menjaga Titan. Tiba-tba kulihat seorang anak laki–laki datang ke arah kamar mandi bambu, reflek aku langsung berteriak dan membentangkan kain untuk menutupi Titan.

            Selesai mandi, aku menonton Titan bermain bola. Aku hanya menonton saja karena aku takut bola dan tidak dapat bermain bola. Ceritanya Titan bergabung dengan kelompok Oase dan lawannya anak-anak kampung, sementara wasitnya adalah Yazdad. Pertandingan pun dimulai, ternyata yang menang adalah kelompok Oase. Yey …

Yazdad menjadi wasit

            Setelah asyik menonton Titan bermain bola, kami mencuci baju di rumah. Awalnya kami berniat untuk mencuci bajunya besok saja, ehh jadinya sekarang deh… Kemudian, kami salat  Maghrib di masjid. Selesai salat, kami pergi ke mentor untuk menceritakan kegiatan kami hari ini. Hari itu aku sangat senang bisa berada di Kampung Zuhud. Aku bisa memiliki teman baru yang tidak kalah asyiknya dari teman-teman Oase. Allhamdulillah

Hari Ketiga

            Di pagi hari ketiga ini, kami mengaji dan membuat log book. Log book adalah jurnal eksplorasi  yang di dalamnya menceritakan kegiatan kami dan kapan melakukannya. Selesai membuat log book, kami memanjat pohon lagi dan mencoba pohon yang lebih susah untuk dipanjat. Setelah memanjat pohon, aku dan Titan joging lagi. Kemudian, kami pergi ke rumah Pak Ondin. Di rumah Pak Ondin, kami minum air kelapa dengan gula yang rasanya enak sekali.

            Pada hari ini kami juga menanam pohon untuk Kampung Zuhud. Kami memakai alat berkebun rumah inang kami. Alatnya  ada yang besar dan ada yang kecil. Aku senang karena ini pengalaman pertama aku memakai alat itu. Setelah menanam pohon, turun hujan gerimis.

            Rencananya kami ingin membantu sebuah acara pernikahan, ehh… Ternyata diminta besok saja membantunya. Karena itu, kami jadi main hujan–hujanan deh!  Selama bermain hujan–hujanan, kami hanya duduk sambil bercerita, tidak berlarian atau melakukan kegiatan lain. Karena bosan, aku pulang duluan dan mencuci sandal gunungku. Susah sekali untuk bisa menghilangkan tanah yang menempel di bawah sandal, tetapi dengan penuh perjuangan, akhirnya aku bisa menghilangkannya.

            Setelah selesai mencuci sandal, aku pergi ke rumah Pak Ondin untuk bermain kartu UNO milik Andini. Kami bermain sambil makan camilan ringan, seperti makaroni pedas dan makanan lain. Malam harinya kami pergi ke mentor untuk latihan menyanyi. Kenapa latihan menyanyi? Karena nyanyian ini akan ditampilkan esok hari di depan semua warga Kampung Zuhud. Selesai berlatih, kami pulang. Perasaanku pada waktu itu adalah senang dan lelah karena kurang tidur.

Hari Keempat

            Pada hari berikutnya, kami pergi ke pabrik sotong untuk belajar bagaimana cara membuat sotong, apakah mudah atau tidak, dan apa saja bahan yang perlu disiapkan untuk membuat sotong. Selesai membuatnya, aku memasukkan beberapa sotong ke dalam kotak makananku untuk dibawa pulang. Setelah semua ikut mencoba membuatnya dan memasukkan sotong ke dalam kotak masing-masing, kami pulang ke rumah mentor untuk bermain angklung. Saat bermain angklung, aku mengantuk sehingga tidak menyimak banyak hal tentang angklung  dan kegiatan yang dilakukan teman-teman seperti melihat bagaimana cara membuatnya. Akan tetapi, aku mencoba  bermain angklung dengan diiringi lagu Garuda Pancasila.

            Di siang harinya, kami pergi ke kolam ikan untuk menangkap ikan. Perempuan mendapat giliran pertama untuk menangkap ikan. Karena ikannya masih pada segar, kami susah untuk mendapatkannya. Saat giliran laki–laki, ikannya sudah pada mabok, sehingga mereka gampang menangkapnya.

            Selesai menangkap ikan, kami pergi ke rumah mentor untuk mengambil tas. Saat kami sedang berjalan menuju rumah mentor, tiba–tiba turun hujan badai yang sangat kencang! Kami tidak kecewa atas cuaca yang buruk itu, malah kami bersenang–senang dengan cara bermain bola tangan, naik gerobak, dan melempari teman dengan tanah.

Mendorong Teman yang Berada di Gerobak

            Selesai bermain, kami mandi dan berkumpul lagi dengan mentor untuk bersiap–siap pergi ke lapangan untuk berkumpul dengan warga Kampung Zuhud. Di lapangan, kami makan sate kambing, nasi, dan masih banyak lagi. Setelah kenyang, kami menampilkan beberapa pertunjukan seperti menyanyi, bermain drama, dan bermain sulap. Dalam penutup kegiatan ini, kami  menyanyikan lagu yang berjudul “Penjelajah”, “Ayo Indonesia”, dan “Di Mana Saja”.  

Bernyanyi bersama klub Oase

Hari kelima

            Di hari terakhir ini, kami berpamitan dengan oang tua asuh kami dan pergi ke rumah Ambu untuk mengambil makanan. Sebelum berangkat, kami berfoto dulu dengan keluarga Ambu dan berpamitan. Ada rasa tidak rela meninggalkan kampung Zuhud karena aku sudah menganggapnya sebagai rumahku sendiri. Hiks… Selamat tinggal, Kampung Zuhud. Semoga aku bisa mengunjungimu lagi … Amin .

Bersama Bu Eti

Aku punya gombalan nih…

Apa kesamaan Kampung Zuhud dengan buku komik kesukaanku?

Kesamaannya adalah sama – sama bikin kangen kalau berpisah (Eaa…)

Terima kasih kepada semua orang di Kampung  Zuhud terutama Bu Eti yang sudah mau menerima aku atau kami sebagai tamu Ibu.

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s